ESENSI BELA NEGARA

 

Esensi bela Negara adalah sikap dan tindakan warga Negara yang dilandasi oleh kecintaan kepada Negara dan diwujudkan dalam kesediaan untuk melindungi, mempertahankan, dan memajukan bersama

Dalam UU Nomor 3 Tahun 2002tentang Pertahanan Negara, bela negara didefinisikan sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Upaya bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Karena itu bela negara perlu dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

Menurut Depatemen Pertahanan RI, ada lima nilai yang mendasari upaya bela negara, yaitu: cinta tanah air; kesadaran berbangsa dan bernegara; keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara; rela berkorban emi bangsa dan negara; dan memiliki kemampuan awal bela negara.

Bela negara diperlukan karena adanya ancaman. Yang dimaksud dengan ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

Ancaman dari luar negeri yang lebih serius terjadi sekarang ini dan di masa mendatang adalah kejahatan transnasional, seperti terorisme, serbuan budaya asing, dan penjarahan kekayaan alam.

Dalam sistem pertahanan di Indonesia dikenal adanya dua bentuk bela negara. Dalam hal ini, adalah: bela negara dengan pendekatan militer (bela negara secara fisik), dan bela negara dengan pendekatan nonmiliter (bela negara nonfisik). Bela negara dengan dengan pendekatan militer dilakukan untuk menghadapi ancaman militer. Bela negara nonmiliter dilakukan untuk menghadapi ancaman nonmiliter.

Dalam penyelenggara bela negara, partisipasi masyarakataamat diperlukan. Ada dua bentuk umum partisipasi masyarakat dalam bela negara, yaitu partisipasi warga negara alam bela negara dengan pendekatan militer dan partisipasi warga negara dalam bela negara dengan pendekatan nonmiliter.

Kondisi saat ini, bangsa Indonesia tengah diuji secara bertubi-tubi. Setelah berkutat dan berjuang untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang stabil dan tenang dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2009 ini untuk memilih anggota DPR RI dan Dewan Perwakilan Daerah RI dilanjutkan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang diikuti oleh rangkaian protes ketidakpuasan dari pasangan calon presiden, Partai Politik dan calon anggota Dewan Pewakilan Rakyat berkaitan dengan dianulirnya perhitungan kursi dengan mengedepankan berbagai permasalahan seperti kekisruhan daftar pemilih, money politik, praktek penggelembungan suara yang pada akhirnya bermuara di Mahkamah Konstitusi dan diputuskan bahwa semua gugatan ditolak dan pada hari selasa tanggal 18 Juli 2009 telah ditetapkan oleh KPU, Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode tahun 2009 ai??i?? 2014.

Tanggal 17 Juli 2009 telah terjadi peledakan Bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta yang merenggut nyawa dan menyebabkan luka-luka dan yang pasti adalah memperberat beban rakyat Indonesia yang baru saja terengah-engah dalam proses demokrasi yang melelahkan. Akibat yang signifikan adalah hancurnya kembali kepercayaan dunia internasional kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dibidang keamanan dan juga memiliki imbas signifikan terhadap perekonomian dan kondisi investasi ke depan. Hal tersebut merupakan kondisi eksisting yang terjadi dan harus kita terima serta hadapi dengan berbagai upaya agar kegiatan terorisme ini musnah dari bumi pertiwi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggugah kembali semangat kesadaran dari seluruh warga Negara Indonesia untuk melakukkan pembelaan terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara.

 

Nilai ai??i?? nilai Pancasila mencakup :

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ketuhanan

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Kemanusiaan

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Persatuan

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Kerakyatan

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??keadilan sosial.

 

Nilai ai??i?? nilai dasar bela Negara adalah :

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Nilai-nilai kecintaan kepada tanah air,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Kesadaran berbangsa dan bernegara,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Yakin kepada Pancasila sebagai ideologi Negara,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Rela berkorban untuk bangsa dan Negara

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??SertaAi??mempunyai kemampuan bela Negara baik secara phisik maupun psikis.

Nilai ai??i?? nilai dasar kewarganegaraan mencakup :

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??ketaqwaan,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??keimanan,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??saling tolong menolong dan kerjasama,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??toleransi,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??hak dan kewajiban individu,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??kebebasan mengatur diri sendiri,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??persamaan, perbedaan,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??kepercayaan dan patriotism,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??persatuan dan kesatuan,

-Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??sertaAi??keadilan sosial.

 

 

 

 

Pembinaan Kesadaran Bela Negara adalah segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, pengarahan dan penggunaan serta pengendalian untuk mengubah sikap dan perilaku warga Negara yang tanggap terhadap permasalahan bangsa dan Negara, yang dilandasi pada nilai-nilai kecintaan kepada tanah air, kesadaran bela Negara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi Negara, rela berkorban untuk bangsa dan Negara serta memiliki kemampuan bela Negara, sehingga mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan menjadi kekuatan pertahanan.

Hakikat dari pada Pembinaan Kesadaran Bela Negara adalah upaya untuk membangun karakter bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotism memiliki ketahanan nasional yang tangguh guna menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan terpeliharanya pelaksanaan Pembangunan Nasional dalam mencapai tujuan nasional.

Indikator keberhasilan pembinaan kesadaran bela Negara secara umum adalah berkaitan dengan pemahaman secara komprehensif tentang :

1)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Mencintai tanah air

2)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Kesadaran berbangsa dan bernegara

3)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara

4)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Rela berkorban untuk bangsa dan Negara

5)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Memiliki kemampuan awal bela Negara

 

Indikator keberhasilan pembinaan kesadaran bela Negara secara khusus adalah indicator umum tadi telah meresap dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari dari :

 

1)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Pimpinan/Tokoh masyarakat

2)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Organisasi Masyarakat

3)Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Anggota Masyarakat

 

Pemahaman bela Negara tentu tidak hanya berkutat dengan istilah saja, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan konsep wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

Wawasan Nusantara merupakan jabaran dari nilai cinta tanah air dan segala aspek kehidupan didalamnya, yang merupakan satu kesatuan dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan Negara. Wawasan nuasantara merupakan geopolitik bangsa Indonesia karena didalamnya mengandung ajaran yang bersumber dari Pancasila dan dilandasi Undang-Undang Dasar 1945.

Ketahanan Nasional adalah geostrategic bangsa Indonesia yang terbentuk dari ketahanan pribadi, ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat (ketahanan sosial), ketahanan daerah dan akhirnya tercapainya ketahanan nasional. Ketahanan nasional tercapai dan terbentuk akibat adanya kesadaran dari penerapan nilai-nilai bela Negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Motivasi dalam membela negara merupakan salah satu upaya yang akan tumbuh dari diri seseorang untuk selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat negara di dalam kehidupannya dan di mata dunia. Untuk menjalankan motivasi bela negara diperlukan hakikat niat yang kokoh dengan menerapkan konsep hidup hanya untuk membela negara melalui pendidikan, kekuatan, dan hati nurani.

Melalui pendidikan, setiap individu bisa melaksanakan kaulitas pendidikan sampai jenjang yang lebih tinggi dan menerapkan sistem pendidikan untuk merubah generasi bangsa menjadi lebih baik dan lebih maju lagi. Bela negara bisa melalui kekuatan dengan ikut berperang melawan musuh jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk kekuatan, nagara sudah ada tentara, polisi dan pasukan yang siap untuk membela negara dari serangan musuh. Melalui hati nurani dalam membela negara adalah selalu sadar diri untuk berkelaukuan baik dalam setiap menjalani kehidupan dengan mengetahui peraturan nagara dengan dasar hukum dan menghindari sesuatu yang akan membahayakan negara.

Sebenarnya banyak sekali konsep dalam membela negara, namun di sini akan diterapkanAi??6 motivasi bela negaraAi??yang sesuai dengan pemahaman sejarah bangsa, antara lain:

  1. Jika sewaktu-waktu ada perang yang akan menghancurkan seluruh wilayah negara baik secara fisik maupun moral yang tidak ada seorang pun yang tahu. Sebagai warga negara yang baik dan ingin membela negara maka harus siap siaga untuk sistem pembelaan negara sesuai kemampuan masing-masing individu yang sudah diatur undang-undang dasar yang menetapkan bahwa usaha dalam membela negara adalah suatu hak dan kewajiban bagi setiap warga negara.
  2. Memahami akan sejarah yang telah terjadi sebelum bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan. Mulai dari penjajahan bangsa Belanda selama 350 tahun yang mengakibatkan kemiskinan, kebodohan dan penderitaan yang dialami oleh bangsa Indonesia yang terus membela negara sampai titik darah penghabisan. Hal ini perlu diterapkan dengan kesadaran diri dan sebagai cerminan untuk mendapatkan harga diri bangsa yang lebih baik.
  3. Kekayaan alam bangsa yang memiliki jumlah banyak yang tidak dapat dihitung, jenis kekayaan alam ini harus dijaga dan dilestarikan oleh warga bangsa Indonesia sendiri. Biasanya memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada pada bangsa menjadi suatu daya tarik bagi bangsa asing untuk mengolahnya. Hal ini perlu dihindari dan dicegah secara intensif dan efektif.
  4. Letak wilayah Indonesia yang sangat strategis mulai dari kedudukan geografisnya yang menjadi satu kerawanan bagi bangsa Indonesia untuk diserang dan diberikan amunisi oleh bangsa yang lain yang sering melahirkan perpecahan dari keutuhan kedaulatan wilayah yang ada di Indonesia dan memecah belah kondisi rakyat Indonesia. Hal ini perlu tindakan tegas bagi pemerintahan untuk melindungi segenap wilayah Indonesia dan rakyatnya dari berbagai sudut wilayah yang tersebar dari jejeran pulau yang membentang di wilayah Indonesia.
  5. Jumlah penduduk yang banyak dengan keadaan penduduk yang sangat berbeda-beda yang dipisahkan dengan adat-istiadat, keyakinan, suku, akan menumbuhkan suasana baru terjadinya suatu perselisihan yang akan menghambat keutuhan bangsa Indonesia. Hal ini perlu kesadaran diri untuk selalu bersatu padu membangun peradaban yang berkualitas di dalam wilayah bangsa Indonesia. Walaupun dipisahkan dengan berbagai macam adat dan budaya namun jangan sampai meninggalkan satu tujuan untuk selalu membela negara.
  6. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini semakin maju dalam bidang persenjataan atau bidang yang lainnya, sangat miris jika bangsa Indonesia tidak terus mengasah kemampuan untuk membuat senjata yang paling ampuh dan hebat untuk mempertahankan wilayah bangsa dari serangan musuh atau negara lain yang secara mendadak akan menghancurkan wilayah Indonesia. Hal ini perlu persiapan yang matang dan efektif agar nanti tidak menimbulkan kekalahan dalam membela negara.

Kita sebagai salah satu warga yang ingin merdeka seutuhnya serta melakukan pengorbanan terhadap Negara kita, maka kita harus melakukan upaya bela Negara yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap warga Negara sebagai pelaksanaan hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan dan keamanan Negara.

Upaya tersebut diselenggarakan melalui :

  1. Pendidikan pelatihan dasar kemiliteran secara wajib.
  2. Pengabdian sebagai prajurit TNI.
  3. Pengabdian sesuai dengan profesinya.

Dasar hukum pembelaan Negara adalah sebagai berikut :

  1. UUD 1945 pasal 27 ayat (3) yaitu ai???setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan Negara.ai??? Yang diperjelas dengan pasal 30 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5).
  2. Ketetapan MPR RI No.VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan Polri.
  3. Ketetapan MPR RI No.VII/MPR/2000 tentang peran TNI dan peran kepolisian RI.
  4. UU RI No.2 tahun 2002 tentang kepolisian Negara RI.
  5. UU RI No.3 tahun 2002 tentang pertahanan Negara.
  6. UU RI No.34 tahun 2004 tentang TNI.

Usaha pertahanan dan keamanan Negara yang dilaksanakan melalui SISKAMHAMRATA yaitu System Pertahanan dan Keamanan Negara yang bersifat Semesta yaitu system ini melibatkan seluruh warga Negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya.

Para pelajar yang ingin Negaranya bebas dari penjajahan dan merdeka seutuhnya. Bebas dari ancaman baik dalam maupun luar Negeri, maka harus melakukan upaya sebagai pelajar yang membela Negara. Para Pelajar harus mencerminkan akhlak yang baik serta dapat memotivasi Negara ini agar 100% bebas dari penjajahan.

Upaya yang harus dilakukan sebagai pelajar adalah sebagai berikut :

  1. Belajar dengan tekun dan rajin.
  2. Lebih banyak memahami hakekat pembelaan Negara yang abadi.
  3. Melaksanakan aturan yang dianjurkan dan menghindari apa yang dilarang demi terwujudnya cita-cita yang diharapkan dimasa depan.
  4. Menerapkan dengan sepenuh hati akan pentingnya hakekat pembelaan Negara.
  5. Membela keadilan dengan membela kebenaran dan memberantas penipuan.

Hakikat ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ancaman dari luar

Dengan berakhirnya Perang Dingin pada awal tahun 1990an, maka ketegangan regional di dunia umumnya, dan di kawasan Asia Tenggara khususnya dapat dikatakan berkurang. Meskipun masih terdapat potensi konflik khususnya di wilayah Laut Cina Selatan, misalnya sengketa Kepulauan Spratly yang melibatkan beberapa Negara di kawasan ini, masalah Timor Timur yang menyebabkan ketegangan antara Indonesia dan Australia, dan sengketa Pulau Sipadan/Ligitan antara Indonesia dan Malaysia, namun diperkirakan semua pihak yang terkait tidak akan menyelesaikan masalah tersebut melalui kekerasan bersenjata.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam jangka waktu pendek ancaman dalam bentuk agresi dari luar relative kecil. Potensi ancaman dari luar tampaknya akan lebih berbentuk upaya menghancurkan moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda, peredaran narkotika dan obat-obat terlarang, film-film porno atau berbagai kegiatan kebudayaan asing yang mempengaruhi bangsa Indonesia terutama generasi muda, yang pada gilirannya dapat merusak budaya bangsa.

Potensi ancaman dari luar lainnya adalah dalam bentuk ai???penjarahanai??? sumber daya alam Indonesia melalui eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkontrol yang pada gilirannya dapat merusak lingkungan atau pembagian hasil yang tidak seimbang baik yang dilakukan secara ai???legalai??? maupun yang dilakukan melalui kolusi dengan pejabat pemerintah terkait sehingga menyebabkan kerugian bagi Negara.

Semua potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia.
  2. Upaya peningkatan perasaan patriotism melalui pemahaman dan penghayatan sejarah perjuangan bangsa.
  3. Pengawasan yang ketat terhadap eksploitasi sumber daya alam nasional serta terciptanya suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  4. Kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kecintaan terhadap tanah air serta menanamkan semangat juang untuk membela Negara, bangsa dan tanah air serta mempertahankan pancasila sebagai ideologi Negara dan UUD 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
  5. Untuk menghadapi potensi agresi bersenjata dari luar, meskipun kemungkinannya relative sangat kecil, selain menggunakan unsur kekuatan TNI, tentu saja dapat menggunakanAi?? unsur Rakyat Terlatih sesuai dengan doktrin Sistem Pertahanan Semesta.

Dengan doktri Ketahanan Nasional itu, diharapkan bangsa Indonesia mampu mengidentifikasi berbagai masalah nasional termasuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap keamanan Negara guna menentukan langkah atau tindakan untuk menghadapinya.

 

Ancaman dari Dalam

Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Ai??Potensi ancaman yang dihadapi Negara Republik Indonesia tampaknya akan lebih banyak muncul dari dalam negeri, antara lain sebagai berikut:

  1. Disintegrasi bangsa, melalui gerakan-gerakan separatis berdasrkan sentiment kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat
  2. Keresahan sosial akibat ketimpangan kebijakan ekonomi dan pelanggan Hak Azasi Manusia yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerusuhan massa.
  3. Upaya penggantian ideologi pancasila dengan ideologi lain yag ekstrim atau yang tidak sesuai dengan jiawa dan semangat perjuangan bangsa Indonesia
  4. Potensi konflik antar kelompok/golongan baik akibat perbedaan pendapat dalam masalah politik, maupun akibat masalah SARA.
  5. Makar atau penggulingan pemerintah yang sah dan konstitusional

 

Online Drugstore,order zoloft,Free shipping,buy malegra 100 mg,Discount 10%provigil buy online