Bhinneka Tunggal Ika bisa ‘menjadi merk Indonesia untuk Perdamaian Dunia’
January 5, 2018
Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia
January 5, 2018

Bhinneka Tunggal Ika – Sejarah

Bhinneka Tunggal Ika – Sejarah

Bhinneka Tunggal Ika tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan kata tersebut sering diucapkan dan diperdengarkan. Sejak di bangku sekolah dasar pun Bhinneka Tunggal Ika sudah diajarkan oleh guru ilmu pengetahuan sosial. Sejak bangku sekolah dasar sudah diajarkan tentang makna, sejarah dan arti Bhinneka Tunggal Ika dengan tujuan agar sejak masih kecil atau masih muda siswa SD paham dengan Bhinneka Tunggal Ika. Sebab jika tidak diajarkan sejak kecil atau sejak muda, dikhawatirkan generasi muda negara Indonesia tidak bisa menjaga keutuhan dan kesatuan negara Indonesia sehingga timbullah perpecahan di berbagai wilayah Indonesia. Diperlukan pemahaman yang dalam untuk menerima semua keanekaragaman yang ada di Indonesia.

Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia bukanlah muncul dengan sendirinya, namun Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia ada sejarahnya. Yang menyedihkan adalah tidak semua warga Indonesia tahu sejarah dari Bhinneka Tunggal Ika tersebut.

Berikut ini adalah sejarah Bhinneka Tunggal Ika yang harus diketahui :

  • Bhinneka Tunggal Ika merupakan kata yang ditemukan pada kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular. Kitab itu dikarang oleh Mpu Tantular saat jaman kerajaan Maja Pahit di abad XIV.
  • Dalam kitabnya, Mpu Tantular menulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa
  • Arti dari tulisan itu adalah agama yang dianut oleh manusia berupa Buddha dan juga agama Dewa Siwa ( Hindu ) adalah kedua zat yang berbeda, namun di dalam kedua agama tersebut mengandung nilai-nilai kebenaran dari Jina ( Buddha ) dan Siwa yang tunggal. Meski terpecah belah, tetapi tetap satu jua, artinya adalah dharma yang mendua.
  • Kitab yang ditulis dalam bahasa jawa kuno tersebut dilirik dari harafiahnya memiliki arti beragam atau bhinneka, satu atau tunggal dan itu atau ika. Jika digabungkan artinya adalah beragam tetap satu itu.
  • Setelah ditemukannya tulisan tersebut, Bhinneka Tunggal Ika menjadi perbincangan para tokoh pejuang di Indonesia. Tokoh yang membincangkan Bhinneka Tunggal Ika sebelum terjadinya proklamasi adalah Bung Karno, Muhammad Yamin, I Gusti Bagus Sugriwa. Perbincangan itu terjadi ketika sidang Badan Pnyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ).
  • Bung Hatta juga mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah ciptaan dari Bung Karno. Bung Hatta mengatakan hal tersebut setelah Indonesia merdeka.
  • Beberapa tahun setelah kemerdekaan, dirancanglah lambang negara untuk negara Indonesia. Lambang negara itu seperti yang kitab kenal saat ini yaitu bentuk burung Garuda Pancasila dimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika ikut dimasukkan dalam lambang negara Republik Indonesia tersebut.
  • Lambang begara diresmikan dan resmi dipakai sebagai lambang negara pada sidang kabinet Republik Indonesia Serikat. Sidang itu dipimpin oleh Muhammad Hatta. Sidang dilaksakanakn pada tanggal 11 Februari 1950. Rancangan lambang negara yang digunakan adalah rancangan Sultan Hamid II.
  • Sebelum memakai rancangan lambang negara milik Sultan Hamid 11, muncul berbagai macam lambang negara. Namun usulan yang diterima oleh peserta sidang adalah rancangan milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II. Pada akhirnya rancangan Sultan Hamid lah yang terpilih menjadi lambang negara.
  • Para tokoh pendiri bangsa Indonesia yang beragama Islam cukup memiliki toleransi untuk menerima semboyan yang diambil dari kitab Mpu Tantular tersebut meski Mpu Tantular bukanlah tokoh yang beragama islam.
  • Sikap toleran dari pendiri bangsa inilah yang menjadi watak dasar bagi setiap suku bangsa yang ada di Indonesia, dimana setiap suku tersebut memiliki agama yang beragam, suku tersebut juga memiliki berbagai macam tradisi da juga kepercayaan serta hak dan kewajiban warga negara. Kenakeragaman itu sudah ada jauh sebelum agama islam masuk ke nusantara.

Sebagai warga Indonesia yang baik, kita dituntut untuk tidak hanya tahu arti dari Bhinneka Tunggal Ika saja namun kita dituntut untuk memahami dan menjalankan maksud dari Bhinneka Tunggal Ika tersebut. Arti dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Frasa itu diambil dari bahasa jawa kuno dan dijadikan sebagai semboyan negara.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan negara Republik Indonesia. Semboyan itu melekat pada lambang negara lebih tepatnya burung garuda sebagai lambang negara dan semboyan itu ada di kedua kaki dengan pita bertuliskan kata Bhinneka Tunggal Ika.

Bhinneka Tunggal Ika – Sejarah – Peran dan Konsep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *