Makna sila ke tiga dalam Kehidupan
August 31, 2017
PEMBAHASAN PANCASILA DAN AGAMA
August 31, 2017

PAHLAWAN REVOLUSI INDONESIA

1.PAHLAWAN REVOLUSI INDONESIA

Pahlawan RevolusiA�adalah gelar yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragediA�G30SA�yang terjadi diJakartaA�danA�YogyakartaA�pada tanggal 30 September 1965. Sejak berlakunyaA�Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar ini diakui juga sebagaiA�Pahlawan Nasional.

Para pahlawan tersebut adalah:

No. Nama Gambar Gelar Tanggal penetapan Dasar penetapan
1 JenderalA�Ahmad Yani Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
2 Letnan JenderalA�Suprapto Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
3 Letnan JenderalA�Haryono Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
4 Letnan JenderalA�Siswondo Parman Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
5 Mayor JenderalA�Pandjaitan Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
6 Mayor JenderalA�Sutoyo Siswomiharjo Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
7 KaptenA�Pierre Tendean Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 111/KOTI/1965
8 AIPA�Karel Satsuit Tubun Pahlawan Revolusi 5 OktoberA�1965 Keppres No. 114/KOTI/1965
9 Brigadir JenderalA�Katamso Darmokusumo Pahlawan Revolusi 19 OktoberA�1965 Keppres No. 118/KOTI/1965
10 KolonelA�Sugiono Pahlawan Revolusi 19 OktoberA�1965 Keppres No. 118/KOTI/1965

 

 

2.ARTIKEL PAHLAWAN REVOLUSI INDONESIA

  1. Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo ParmanA�

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman, lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada tanggal 4 Agustus 1918 atau yang lebih dikenal dengan nama S. Parman. Beliau merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia dalam peristiwa G30S PKI. Beliau adalah perwira yang banyak mengetahui tentang kegiatan rahasia yang dilakukan oleh PKI. Selain itu, beliau juga termasuk salah satu perwira yang menolak rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani, sehingga peristiwa penolakan tersebut membuat dirinya dimusuhi dan akhirnya menjadi korban pembunuhan PKI. Beliau diculik pada saat berada di rumahnya oleh anggota PKI, kemudian dibunuh dan disembunyikan di Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965. Akhirnya S. Parman dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  1. Kapten Pierre Andreas Tendean

Kapten Pierre Andreas Tendean, lahir pada tanggal 21 Februari di Jakarta. Pierre merupakan pria keturunan Minahasa-Prancis, namun ia juga fasih dalam berbahasa Jawa. Beliau juga merupakan ajudan dari Jenderal Besar DR. Abdul Harris Nasution, seorang Menteri Koordinator dan Kepala Staf ABRI di era Soekarno. Pierre Tendean tewas karena diculik dan dibunuh oleh anggota PKI karena disangka Jenderal Besar DR. A.H. Nasution. Beliau dibunuh di lubang buaya pada tanggal 1 Oktober 1965. Pierre Tendean adalah pahlawan revolusi termuda yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.

  1. Letnan Jenderal TNI R. Suprapto

Letnan Jenderal TNI R. Suprapto, lahir pada tanggal 20 Juni 1920 di Purwokerto, Jawa Tengah. Pada awal kemerdekaan, beliau merupakan salah satu orang yang terlibat dalam perjuangan merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap dan pernah menjadi anggota pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto, serta ikut dalam medan pertempuran di Ambarawa untuk melawan tentara Inggris. Pada akhirnya ia juga ikut dibunuh karena menentang PKI dan dibuang di Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965 serta dimakamkan di Taman Makam Kalibata, Jakarta.

  1. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir pada tanggal 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah. Beliau merupakan orang yang selalu menentang kehendak PKI dan karena itulah beliau merupakan target utama dalam penculikan oleh PKI di antara 7 petinggi TNI AD yang lain. Beliau tewas ditembak di ruang makan rumahnya di Jalan Lembang D58, Menteng pukul 04.35 tanggal 1 Oktober 1965, dan dibuang ke Lubang Buaya. Ahmad Yani juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Jakarta.

  1. Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirto Haryono

Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirto Haryono lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di Surabaya, Jawa Timur. Kemampuannya dalam menguasai tiga bahasa internasional yaitu bahasa Inggris, Jerman, dan Belanda membuatnya menjadi tokoh yang berperan penting dalam berbagai perundingan antara pemerintah RI dengan pemerintah Inggris maupun Belanda, Bahkan beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada saat diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar atau KMB. Pada akhirnya ia juga menjadi korban penculikan yang dilakukan oleh PKI dan tewas pada tanggal 1 Oktober 1965 di Lubang Buaya.

  1. Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan

Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan, lahir pada tanggal 19 Juni 1925 di Balige, Sumatera Utara. Pada saat Indonesia mencapai kemerdekaannya, beliaulah yang pertama kali membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan para pemuda dan menjabat sebagai komandan batalyon di TKR.

Jabatan terakhirnya pada saat peristiwa G30S PKI adalah sebagai asisten IV Menteri/ Panglima Angkatan Darat. Pada saat itulah beliau juga memiliki prestasi sendiri karena berhasil membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina untuk PKI yang digunakan untuk menlancarkan pemberontakan PKI. Pada tanggal 1 Oktober 1965, Panjaitan menyerahkan diri pada anggota Gerakan 30 September di rumahnya dan ditembak mati, mayatnya dibuang ke Lubang Buaya dan baru ditemukan pada tanggal 4 Oktober 1965.

  1. Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo lahir pada tanggal 23 Agustus 1922 di Kebumen, jabatan terakhirnya adalah sebagai Brigadir Jenderal. Menjelang pemberontakan G30S PKI, beliau telah merasakan firasat buruk, udara di ruangannya terasa sangat panas dan ternyata firasatnya tidak salah lagi. Beliau diculik oleh Serma Surono dan Men Cakrabirawa, anggota dari Gerakan 30 September dengan alasan ada panggilan dari presiden. Yang lebih memprihatinkan, sebelum ditembak mati beliau disiksa dan dianiaya di luar batas-batas kemanusiaan dan akhirnya wafat dan dibawa ke Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965.

Selain beberapa tokoh di atas, ada juga beberapa orang yang juga ikut menjadi korban dalam peristiwa pemberontakan tersebut, yaitu :

  1. Bripka Karel Satsuit Tubun, seorang pengawal kediaman resmi wakil perdana menteri II dari dr. J. Leimena
  2. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto, seorang kepala staf Korem 072/ Pamungkas, Yogyakarta
  3. Kolonel Katamso Darmokusumo, seorang Komandan Korem 072/ Pamungkas, Yogyakarta

 

3.SEJARAH HARI PAHLAWAN INDONESIA

Tepat pada tanggal 10 November di setiap tahunnya, Indonesia memperingati hari tersebut sebagai Hari Pahlawan. Dimaksukan untuk memperingati Pertempuran Surabaya antara milisi nasionalis Indonesia dan sekutu, yang merupakan konflik bersenjata skala besar pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Banyak insiden yang bisa Anda ingat mengenai peringatan 10 November ini, di antaranya adalah perobekan warna biru di bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya oleh para pejuang, kemudian disusul oleh pertempuran tentara Indonesia melawan tentara Inggris, hingga terjadinya pertempuran berdarah di Surabaya yang melibatkan pemimpin revolusioner Bung Tomo.

Oleh karena banyaknya pejuang dan rakyat sipil yang gugur dalam pertempuran tersebut, pada tanggal 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan, tidak hanya di Surabaya saja namun juga oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Selain untuk mengenang dan menghormati jasa perjuangan dan pengorbanan dari para pahlawan revolusi di medan perang untuk kemerdekaan Indonesia, tujuan dari diperingatinya Hari Pahlawan seyogyanya untuk terus menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan dari jiwa para pemuda untuk diberikan kepada masyarakat dan juga kemajuan dari negara Indonesia.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan. Sekolah-sekolah dan instansi pemerintah biasanya dihimbau untuk mengheningkan cipta selama beberapa detik untuk mengenang para pahlawan.

Cara paling mudah adalah mengingat apa yang sudah dilakukan oleh para pahlawan nasional dan pejuang yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka demi Indonesia, hingga kehidupan bangsa bisa menjadi seperti sekarang ini. Tanpa jajahan dari negara lain, walaupun banyak yang mengatakan Indonesia malah dijajah oleh bangsa sendiri dan bangsa lain melalui teknologi.

Untuk itu, slogan a�?Menolak Lupaa�? pun selalu diagungkan oleh para tokoh masyarakat untuk mengingat para pahlawan terutama di Hari Pahlawan seperti ini. Selain para pahlawan nasional dan pahlawan revolusi, Anda juga bisa menghargai para pahlawan lain. Sebut saja Guru sang pahlawan tanpa tanda jasa, Petani sang pahlawan pangan, Tukang Sampah sang pahlawan kebersihan, dan berbagai pahlawan lain yang tanpa disadari ada di lingkungan sekitar yang telah melakukan hal yang hebat untuk Indonesia.

Cobalah untuk mengheningkan cipta beberapa detik dan hayati arti dari perjuangan para pahlawan tersebut. Lakukan yang terbaik untuk Indonesia dan teruskan

 

 

  1. DAFTAR NAMA PAHLAWAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NO Nama SK Presiden Asal Daerah / Daerah Pengusul Ket
1. AbdulA� Muis
1883 – 1959
218 Tahun 1959
30 – 8 – 1959
Sumatera Barat
2. Ki Hadjar Dewantoro
1889 – 1959
305 Tahun 1959
28 – 11 – 1959
D.I. Yogyakarta
3. Surjopranoto
1871 a�� 1959
310 Tahun 1959
30 a�� 11 – 1959
D.I. Yogyakarta
4. Mohammad Hoesni Thamrin
1894 – 1941
175 Tahun 1960
28 a�� 7 – 1960
DKI Jakarta
5. K.H. Samanhudi
1878 – 1956
590 Tahun 1961
9 a�� 11 – 1961
Jawa Tengah
6. H.O.S. Tjokroaminoto
1883 – 1934
590 Tahun 1961
9 a�� 11 – 1961
Jawa Timur
7. Setyabudi
1897 – 1950
590 Tahun 1961
9 a�� 11 – 1961
Jawa Timur
8. Si Singamangaradja XII
1849 – 1907
590 Tahun 1961
9 a�� 11 – 1961
Sumatera Utara
9. Dr.G.S.S.J.Ratulangi
1890 – 1949
590 Tahun 1961
9 a�� 11 – 1961
Sulawesi Utara
10. Dr. Sutomo
1888 – 1938
657 Tahun 1961
27 a�� 12 – 1961
Jawa Timur
11. K.H. Ahmad Dahlan
1868 – 1934
657 Tahun 1961
27 a�� 12 – 1961
D.I. Yogyakarta
12. K.H. Agus Salim
1884 – 1954
657 Tahun 1961
27 a�� 12 – 1961
Sumatera Barat
13. Jenderal Gatot Subroto
1907 – 1962
222 Tahun 1962
18 a�� 6 1962
Jawa Tengah
14. Sukardjo Wirjopranoto
11903 – 1962
342 Tahun 1962
29 a�� 10 – 1962
Jawa Tengah
15. Dr. Ferdinand Lumban Tobing
1899 – 1962
361 Tahun 1962
17 a�� 11 – 1962
Sumatera Utara
16. K.H. Zainul Arifin
1909 – 1963
35 Tahun 1963
4 a�� 3 – 1963
Sumatera Utara
17. Tan Malaka
1884-1949
53 Tahun 1963
28 a�� 3 – 1963
Sumatera Utara
18. MGR A.Sugiopranoto, S.J.
1896 – 1963
152 Tahun 1963
26 a�� 7 – 1963
Jawa Tengah
19. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
1911 – 1963
244 Tahun 1963
29 a�� 11 – 1963
Jawa Tengah
20. Dr. Sahardjo, SH
1909 – 1963
245 Tahun 1963
29 a�� 11 – 1963
Jawa Tengah
21. Tjuk Njak Dhien
1850 – 1908
106 Tahun 1964
2 a�� 5 – 1964
D. I. Aceh
22. Tjut Meutia
1870
107 Tahun 1964
2 a�� 5 – 1964
D. I. Aceh
23. Raden Adjeng Kartini
1879 – 1904
108 Tahun 1964
2 a�� 5 – 1964
Jawa Tengah
24. Dr. Tjiptomangunkusumo
1886 – 1943
109 Tahun 1964
2 a�� 5 – 1964
Jawa Tengah
25. H. Fachruddin
1890 – 1929
162 Tahun 1964
26 a�� 6 – 1964
D.I. Yogyakarta
26. K.H. Mas Mansur
1896 – 1946
162 Tahun 1964
26 a�� 6 – 1964
Jawa Timur
27. Alimin
1889 – 1964
163 Tahun 1964
26 a�� 6 – 1964
Jawa Tengah
28. Dr. Muwardi
1907 – 1948
190 Tahun 1964
4A� a�� 8 – 1964
Jawa Tengah
29. K.H. Abdul Wahid Hasjim
1914 – 1953
206 Tahun 1964
24 a�� 8 – 1964
Jawa Timur
30. Sri Susuhunan Pakubuwono VI
1807 – 1849
294 Tahun 1964
17 a��11 – 1964
Jawa Tengah
31. K.H. Hasjim Asjarie
1875 – 1947
294 Tahun 1964
17 a��11 – 1964
Jawa Timur
32. Gubernur Surjo
1896 – 1948
294 Tahun 1964
17 a��11 – 1964
Jawa Timur
33. Jenderal Soedirman
1916 – 1950
314 Tahun 1964
10 a�� 12 a�� 1964
Jawa Tengah
34. Jenderal Oerip Soemohardjo
1893 – 1948
314 Tahun 1964
10 a�� 12 a�� 1964
Jawa Tengah
35. Prof. Dr. Soepomo, SH.
1903 – 1958
123 Tahun 1965
14 a�� 5 – 1965
Jawa Tengah
36. Dr. Koesoemah Atmadja, SH.
1898 – 1952
124 Tahun 1965
14 a�� 5 – 1965
Jawa Barat
37. Jend. TNI. Anm. Achmad Yani
1922 – 1965
111 /KOTI/1965
5 a�� 10 – 1965
Jawa Tengah
38. Let. Jen. TNI. Anm. Soeprapto
1920 – 1965
111 /KOTI/1965
5 a�� 10 – 1965
Jawa Tengah
39. Let.Jen.TNI.Anm.M.T. Harjono
1924 a�� 1965
111 / KOTI/1965
5 a�� 10 a�� 1965
Jawa Timur
40. Let.Jen.TNI.Anm. S. Parman
1918 – 1965
111/ KOTI/ 1965
5 a�� 10 a�� 1965
Jawa Tengah
41 Mayjen. TNI. Anm.D.I. Pandjaitan.
1925-1965
111/Koti/1965A� 5-10-1965 Sumatra Utara
42. Mayjen.TNI.Anm.Soetojo Siswomihardjo.
1922-1965
111/Koti/1965
5-10-1965
Jawa Tengah
43. Kapten.CZI. Anm.Pierre Tendean 1939-1965 111/Koti/1965
5-10-1965
D.K.I. Jakarta
44. Brigadir Polisi Anm. Karel Sasuit Tubun
1928-1965
114/Koti/1965
5-10-1965
M a l u k u
45. Brigjen. TNI. Anm. Katamso 1923-1965 118/Koti/1965 19-10-1965 D.I. Yogyakarta
46. Kol.Inf.Anm.Sugiono
1926-1965
118/Koti/1965 19-10-1965 D.I. Yogyakarta
47. Sutan Sjahrir
1909-1966
76 Tahun 1966 9-4-1966 Sumatra Barat
48. Laksamana Laut R.E.Martadinata 1921-1966 220 Tahun 1966 7-10-1966 Jawa Barat
49. Raden Dewi Sartika
1884-1947
252Tahun 1966 1-2-1966 Jawa Barat
50. Prof.Dr.W.Z.Johannes
1895-1952
06/TK/1968
27-3-1968
Nusa Tenggara Timur
51. Pangeran Antasari
1809-1892
06/TK/1968
27-3-1968
Kalimantan
Selatan
52. Serda.KKO. Anm.Djanatin Alias
Osman Bin Haji Mohammad Ali 1943-1968
050/TK/1968
17-10-1968
Jawa Timur
53. Kopral.KKO.Anm.Harun Bin Said
Alias Tahir 1947-1968
050/TK/1968
17-10-1968
Jawa Timur
54. Jend.TNI.Anm. Basuki Rachmat
1921-1968
01/TK/1969
9-1-1969
Jawa Timur
55. A.F. Lasut
1918-1949
012/TK/1969
20-5-1969
Sulawesi Utara
56. Martha Christina Tijahahu
1800-1818
012/TK/1969
20-5-1969
M a l u k u
57. Maria Walanda Maramis
1872-1924
012/TK/1969
20-5-1969
Sulawesi Utara
58. S u p e n o
1916-1949
39/TK/1970
13-7-1970
Jawa Tengah
59. Sultan Ageng Titajasa
1631-1683
45/TK/1970
1-8-1970
Jawa Barat
60. W.R. Soepratman
1903-1938
016/TK/1971
20-5-1971
Jawa Timur
61. Nyai Achmad Dachlan
1872-1946
042/TK/1971
22-9-1971
D.I. Yogyakarta
62. K.H. Zainal Moestafa
1907-1944
064/TK/1972
6-11-1972
Jawa Barat
63. Sultan Hasanuddin
1631-1670
087/TK/1973
6-11-1973
Sulawesi Selatan
64. Kapitan Pattimura
1783-1817
087/TK/1973
6-11-1973
M a l u k u
65. Pangeran Diponegoro
1785-1855
087/TK/1973
6-11-1973
D.I. Yogyakarta
66. Tuanku Imam Bondjol
1772-1864
087/TK/1973
6-11-1973
Sumatra Barat
67. Teuku Tjik Ditiro
1836-1891
087/TK/1973
6-11-1973
D.I.Aceh
68. Teuku Umar
1854-1899
087/TK/1973
6-11-1973
D.I. Aceh
69. DR. Wahidin Soedirohoesodo
1852-1917
088/TK/1973
6-11-1973
D.I. Yogyakarta
70. R. Otto Iskandardinata
1897-1945
088/TK/1973
6-11-1973
Jawa Barat
71. Robert Wolter Monginsidi
1925-1949
088/TK/1973
6-11-1973
Sulawesi Utara
72. Prof. Mohammad Yamin, SH
1903-1962
088/TK/1973
6-11-1973
Sumatra Barat
73. Laksda.TNI.Anm. Josaphat Soedarso
1925-1962
088/TK/1973
6-11-1973
Jawa Tengah
74. Prof.DR.R. Soeharso
1912-1971
088/TK/1973
6-11-1973
Jawa Tengah
75. Marsda. TNI.Anm.Prof. DR.
Abdulrachman Saleh
1909-1947
071/TK/1974
9-11-1974
D.I.Yogyakarta
76.. Marsda, TNI Anm. Mas Agustinus Adisutjipto 1916-1947 071/TK/1974
9-11-1974
D.I.Yogyakarta

A�

5.BiografiA�Pahlawan Nasional Douwes Dekker

Pahlawan nasionalberikutnya yang masih tetap akan kita bahas sisi kehidupannya dahulu dalam mmeperjuangkan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan ndonesia adalahA�pahlawanA�nasional Douwes Dekker.

Ia adalah salah seorang peletak dasarA�nasionalismeA�Indonesia di awalA�abad ke-20,A�penulisA�yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahanA�Hindia-Belanda,A�wartawan,A�aktivisA�politik, serta penggagas nama a�?Nusantaraa�? sebagai nama untuk Hindia-Belanda yang merdeka.A�[2]A�Olaf Douwes Dekker, cucu dari Guido, saudaranya, menjadi penyair diA�Breda, Belanda.

Perkawinan ini kandas pada tahun 1919 dan keduanya bercerai.

Sewaktu DD a�?kabura�? dari Suriname dan menetap sebentar di Belanda (1946), ia menjadi dekat dengan perawat yang mengasuhnya, Nelly Alberta Geertzema nA�e Kruymel, seorang Indo yang berstatus janda beranak satu.

Selepas lulus sekolah ia bekerja diA�perkebunanA�kopiA�a�?Soember Doerena�? diA�Malang,A�Jawa Timur. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena yang dialami pekerja kebun, dan sering kali membela mereka. Nes tertangkap lalu dipenjara di suatu kamp diA�Ceylon.A�Sebagai wartawan yang kritis dan aktivitas awal

DD dipulangkan ke Hindia Belanda pada tahun 1902, dan bekerja sebagai agen pengiriman KPM, perusahaan pengiriman milik negara. Penghasilannya yang lumayan membuatnya berani menyunting Clara Charlotte Deije, putri seorang dokter asal Jerman yang tinggal di Hindia Belanda, pada tahun 1903.

Di sinilah ia mulai merintis kemampuannya dalam berorganisasi. Tugas-tugas jurnalistiknya, seperti ke perkebunan di Lebak dan kasus kelaparan di Indramayu, membuatnya mulai kritis terhadap kebijakan kolonial. Dua seri artikel yang tajam dibuatnya pada tahun 1908. Ia bahkan menghadiri kongres pertama BO diA�Yogyakarta.

Di dalam IUV terdapat orang Belanda, orang-orang Indo, aristokrat Banten dan perwakilan dari organisasi pendidikan kaumA�TionghoaA�THHK.

Sebagai seorang Indo, ia terdiskriminasi oleh orang Belanda murni (a�?totoka�? atauA�trekkers). Untuk posisi yang sama, mereka mendapat gaji yang lebih tinggi daripada pribumi. Namun, akibat politik etis, posisi mereka dipersulit karena pemerintah koloni mulai memberikan tempat pada orang-orang pribumi untuk posisi-posisi yang biasanya diisi oleh Indo. Keprihatinan orang Indo ini dimanfaatkan oleh DD untuk memasukkan idenya tentang pemerintahan sendiri Hindia Belanda oleh orang-orang asli Hindia Belanda (IndiA�rs) yang bercorak inklusif dan mendobrak batasan ras dan suku. Partai ini sangat populer di kalangan orang Indo, dan diterima baik oleh kelompok Tionghoa dan pribumi, meskipun tetap dicurigai pula karena gagasannya yang radikal.

 

 

 

Sumber : http://pahlawanrevolusijjhgtswgfdtr.blogspot.co.id/2013/03/1.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *